<body bgcolor="#000000" text="#FFFFFF" link="#000000" vlink="#000000" alink="#000000"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/8957020?origin\x3dhttp://theoldmaid.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

 

 

 

me




perawan desa idaman para jejaka.

writings

6/7 unconsciousness. dreams.
and fiction.
the rests are truth, facts, and gossips.

past

Perempuan Bijaksana
Metamorfosa
Seeing Thru Window
Foto Punggung

archives

October 2004

November 2004

December 2004

February 2005

March 2005

April 2005

May 2005

June 2005

July 2005

August 2005

September 2005

October 2005

January 2006

February 2006

March 2006

April 2006

June 2006

July 2006

October 2006

design

the-old-maid

     

 

 
 
 

 

Tuesday, November 02, 2004

STOP! NO MORE YOU

Setelah hari ulang tahunmu, saya bertekad to leave you.
Kali ini saya serius. Kamu tak boleh mengiba-iba dan meminta saya kembali. Saya sadar diantara kita tak mungkin lagi ada kecocokan. Bukankah, lebih baik membeli gelas yang baru daripada memakai yang sudah retak?

Saya tidak suka cara kamu menghindari saya. Bahkan, di hari ulang tahunmu, kamu bertingkah sangat kekanak-kanakan. Tidakkah kamu ingat bahwa kita berdua sudah berkomitmen untuk tidak saling mengusik hal "itu" lagi? Seperti saya, kamu berjanji untuk mematuhi komitmen kita untuk TIDAK seperti "itu". Namun, mengapa seiring komitmen kita jalankan, kamu mulai secara tidak langsung memutuskan persahabatan kita. Hati saya sakit. Saya manusia juga, sama seperti kamu.

Tingkah konyolmu itu, membuat saya banyak berpikir dan mengkaji ulang hubungan saya dengan kamu. Puncaknya, ketika kamu mulai menyebalkan di hari ulang tahunmu. Ada apa ini?
Saya harus pergi. Saya bukan layang-layang yang bisa kamu tarik ulur sesukanya. Dan saya harap kamu untuk bersikap lebih dewasa jika suatu hari kita bertemu lagi.


1:01 AM |